Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
BANYUMAS – Kabar baik bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar nonsubsidi. Mulai 1 Juli 2026, sejumlah badan usaha penyedia BBM resmi menurunkan harga beberapa jenis bahan bakar di berbagai wilayah Indonesia.
Penyesuaian harga dilakukan mengikuti perubahan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah. Penurunan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi masyarakat, termasuk di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026.
Beberapa jenis BBM seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Penyesuaian harga ini merupakan evaluasi rutin yang dilakukan Pertamina dengan mempertimbangkan harga minyak dunia, kurs rupiah, serta formula yang ditetapkan pemerintah.
Rekomendasi Perawatan Bensin:
1. Penghemat Bensin (Bahan Bakar)
2. Pembersih Kerak Mesin
Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku Juli 2026
Berikut harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 1 Juli 2026, Harga ini berlaku untuk wilayah Jawa Tengah, termasuk Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen:
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 |
| Biosolar (Subsidi) | Rp6.800 |
| Pertamax | Rp16.250 |
| Pertamax Green 95 | Rp17.000 |
| Pertamax Turbo | Rp19.300 (turun dari Rp20.750) |
| Dexlite | Rp19.700 (turun dari Rp23.000) |
| Pertamina Dex | Rp21.150 (turun dari Rp24.800) |
Sementara itu, Pertalite dan Biosolar subsidi tidak mengalami perubahan harga. Penyesuaian hanya berlaku untuk tiga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sedangkan Pertamax serta Pertamax Green 95 tetap pada harga sebelumnya.
Penurunan Harga Disambut Positif
Turunnya harga BBM nonsubsidi menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama pemilik kendaraan pribadi, pengemudi transportasi online, pelaku UMKM, hingga sektor logistik.
Biaya operasional kendaraan yang lebih rendah diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan biaya distribusi barang.
Dampak bagi Masyarakat Banyumas Raya
Bagi masyarakat Banyumas Raya, penurunan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya berpotensi mengurangi pengeluaran harian, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pelaku usaha kecil, jasa pengiriman, hingga sektor pariwisata juga berpotensi memperoleh manfaat dari biaya bahan bakar yang lebih rendah sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efisien.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk selalu mengecek harga BBM sesuai wilayah masing-masing karena terdapat perbedaan harga di beberapa daerah.
Penutup
Penyesuaian harga BBM yang berlaku mulai Juli 2026 menjadi angin segar bagi masyarakat. Turunnya harga sejumlah BBM nonsubsidi diharapkan mampu membantu mengurangi beban biaya transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
